BAB II
LANDASAN TEORI
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Pembelajaran mendalam adalah pendekatan yang menekankan pemahaman konsep, pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS), dan keterkaitan antara konsep dengan pengalaman nyata. Dalam proses belajar murid diajak untuk memahami konsep secara utuh, berpikir kritis, refleksi bermakna dan penerapan pengetahuan dalam konteks nyata. Fokusnya bukan pada hafalan, tetapi bagaimana siswa membangun keterhubungan antara konsep, pengalaman dan praktik, sehingga menghasilkan pembelajaran yang lebih relevan, , berkelanjutan dan berdampak.
Prinsip pembelajaran dalam proses pembelajaran meliputi:
Siswa menemukan pengalaman baru.
Siswa menghubungkan pengalaman dengan konsep.
Siswa mengaplikasikan konsep dengan kehidupan nyata , diantaranya menghasilkan karya atau produk.
Reflection – mengevaluasi pengalaman dan hasil belajar
Lebih lanjut pembelajaran mendalam berbasis proyek dipilih dalam aktivitas belajar karena memiliki keunggulan pedagogis, psikologis dan kurikuler yang berorientasi pada pemahaman konsep secara utuh, penguatan, karakter,serta keterampilan abad 21, karena :
Menghasilkan pemahaman konseptual yang lebih mendalam
Melalui proyek murid berpikir bukan hanya apa itu ? tetapi mengapa demikian ? dan bagaimana digunakan?. Dalam praktik baik yang dilakukan melalui proyek murid berpikir apa itu? dan mengapa demikian?
Menjadikan siswa aktif dan terlibat dalam proses belajar
Dalam praktik baik yang dilakukan murid merencanakan, menginvestigasi,, berdiskusi dan mengambil keputusan dalam membuat proyek.
Menghubungkan pembelajaran dengan dunia nyata.
Dalam praktik baik yang dilakukan proyek menjembatani materi pelajaran dengan kehidupan siswa, sehingga siswa mampu melihat kebermaknaan dan kebermanfaatan sehingga pemahaman lebih mudah diinternalisasi.
Memfasilitasi pengembangan keterampilan abad 21 dalam profil pelajar pancasila
Praktik baik yang dilakukan membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas dalam tuntutan menghasilkan proyek.Kemampuan ini adalah kemampuan-kemampuan yang sangat dibutuhkan sebagai keterampilan abad 21.
Memungkinkan penilaian autentik.
Dalam praktik baik yang dilakukan penilain berdasarkan proses, keterampilan,hasil karya dengan menggunakan rubrik. Selain itu tes juga dijadikan ukuran penilai dalam hasil praktik baik.
Membantu siswa belajar secara reflektif
Reflektif adalah salah satu tindakan belajar yang dilakukan dalam pembelajaran refleksi. Melalui refleksi murid dilatih untuk menyadari proses yang sudah mereka lakukan, mengevaluasi tantangan, melihat perkembangan diri dan merencanakan perbaikan di masa depan.
2.2 Pembelajaran Berbasis Proyek
Model proyek digunakan karena memungkinkan eksplorasi lingkungan nyata,melibatkan proses investigatif, menghasilkan produk konkret,serta mendorong kolaborasi.Pembelajaran Berbasis proyek memiliki sintak pembelajaran sebagai berikut :
Penentuan pertanyaan esensial
Dalam praktik baik yang dilakukan guru memberikan pertanyaan esensial bagaimana globalisasi di lingkungan sekolah ?
Mendesain perencanaan proyek
Dalam praktik baik yang dilakukan guru dan siswa bersama-sama menyusun
Tujuan melaksanakan observasi yaitu mengidentifikasi aspek globalisasi yang sudah masuk ke sekolah
Guru dan siswa membagi kelompok berdasarkan bidang aspek globalisasi.
Sasaran lokasi observasi sesuai dengan tujuan observasi adalah kantin, lapangan , laboratorium, kelas, dan seluruh sudut ruang sekolah agar dapat mengobservasi jejak globalisasi dalam bidang teknologi, budaya, gaya hidup, politik, dan ekonomi
Menyusun jadwal observasi
Observasi dilakukan saat pembelajaran selama 2 x 45 menit.Setiap kelompok yang sudah dibagi melakukan kegiatan observasi
Monitoring pelaksanaan
Dalam praktik baik yang dilakukan guru mendampingi siswa melakukan observasi untuk setiap kelompoknya.Pada tahap ini guru memberikan bimbingan penguatan observasi kepada setiap kelompok
Penilaian Produk dan Proses
Dalam praktik baik yang dilakukan penilaian yang dinilai berdasarkan rubrik proses, rubrik produk, dan ketepatan hasil.
Presentasi hasil proyek
Dalam praktik baik yang dilakukan , presentasi dilakukan setelah peta konsep berhasil dibuat dari gabungan kelompok. Tetapi presentasi tetap dilakukan per bidang kehidupan globalisasi.
Refleksi
Dalam praktik baik yang dilakukan , refleksi dilakukan setelah presentasi.Refleksi berkaitan dengan umpan balik dari guru untuk proyek yang dihasilkan serta umpan balik dari setiap kelompok untuk kelompok yang berbeda. Dari hasil umpan balik kelompok, peta konsep mendapatkan perbaikan sebelum menjadi hasil final.
2.3 Peta Konsep
Peta konsep adalah representasi grafis yang menghubungkan konsep-konsep melalui garis dan kata penghubung. Peta konsep efektif untuk:menata informasi,menunjukkan hubungan sebab-akibat,memvisualisasikan pemahaman siswa. Peta konsep pertama sekali dikembangkan oleh D Novak berdasarkan teori belajar bermakna. Novak menekankan bahwa peta konsep memungkinkan peserta didik menghubungkan pengetahuan baru dengan struktur kognitif yang sudah dimiliki. peta konsep tidak sekedar gambar, tetapi alat kognitif yang mempresentasikan struktur pengetahuan dalam bentuk visual.
Karakteristik peta konsep adalah :
Bersifar hirarkis
Menggunakan kata penghubung
Menunjukkan struktur pengetahuan
Berbasis relasi
Menuntut proses berpikir tingkat tinggi
Dalam praktik baik yang dilakukan peta konsep “Jejak Sosiologi di Sekolah” siswa diminta untuk menjelaskan bagaimana globalisasi aspek kehidupan terjadi di sekolah.
2.4 Metode STAR sebagai Refleksi Praktik Baik
Metode STAR adalah suatu kerangka refleksi dan pelaporan yang digunakan untuk menggambarkan praktik baik . pengalaman pembelajaran, atau suatu peristiwa secara sistematis. STAR membantu penulis menyampaikan perjalanan pembelajaran dengan alur yang runtut, logis dan mudah dipahami. Kerangka ini umum digunakan untuk dokumentasi praktik pembelajaran.
STAR Terdiri dari :
Situation – keadaan awal, tantangan, masalah.
Task – apa yang harus dilakukan.
Action – tindakan nyata guru dalam pembelajaran.
Result – hasil yang diperoleh, perubahan yang terjadi.